Beli Saham BRI Syariah Melalui Kopindo

Bismillaah…

InsyaaAllah, KOPINDO (Koperasi Indonesia Berjamaah) Syariah, sdh mulai melakukan mobilisasi ummat u/ bersama2 beli saham BRI Syariah. Per kemaren sore tgl 9 April 2018.

Selanjutnya, PayTren Aset Manajemen, sbg Manajer Investasinya Kopindo, Syariah juga. Akan melakukan KPD. Kontrak Pengelolaan Dana. Dg BRI Syariah dan JLU nya.

Info lbh lengkapnya, lsg aja. Download aplikasi “Kopindo Berjamaah” di PlayStore Android. Nanti dapat nmr Virtual Account, u/ transfer ke rek yg trcantum. Bisa dari berbagai bank. 200rb u/ simpanan pokok/wajib. Dan 1jt atau kelipatannya u/ simpana sukarela. Simpanan sukarela ini yg bakal dijadikan saham BRIS.

InsyaaAllah ini langkah sangat baik sekali. Membuka peluang kepada masyarakat menjadi pemegang saham BRI Syariah. Tidak hanya jadi penabung.

Dan thd bank syariah yang lain, PayTren Aset Manajemen Syariah sampe hr ini, masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Tetap on the track. Tetap berupaya. Dan insyaAllah tetap berlanjut.

Demikian.

Salam, Yusuf Mansur.

Lebih lanjut tentang ini Klik http://bit.ly/BRIS18ok

Roadshow 8 Kota “Gerakan Indonesia Berjamaah” dimulai di Kota Solo

Alhamdulillah.. Roadshow 8 Kota “Gerakan Indonesia Berjamaah” sudah berjalan, dimulai di Kota Solo dan akan berlanjut ke kota-kota selanjutnya.

Bagi Anggota Patungan Usaha silahkan mendaftar segera.

Pilihan Cara Daftar :

1. Via WhatsApp/SMS ke 0896-7614-0777
2. Via Email ke kopindoberjamaah@gmail.com
3. Via Telpon ke 021-73451933

dengan format :
Nama Lengkap, Tanggal Acara, Kota Pilihan

atau klik bit.ly/roadshow8kota

Terkait Rencana Penjualanan Hotel Siti

Pernyataan Ust. Yusuf Mansur Terkait Rencana Penjualanan Hotel Siti

Perjalanan panjang Hotel Siti adalah perjalanan sejarah. Saya bertanggung jawab penuh agar dana ga hilang dan ga rugi.

Beban bunga BTN agar Hotel Siti berdiri dan tetap berlanjut, besarnya luar biasa. Sebuah kesalahan yang saya tidak sesali. Sebab melahirkan PayTren Payment Gateway dan PayTren Aset Manajemen. Dua model bisnis berbasis keummatan yang direstui oleh pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia.

Bunga perbankan yang di atas ratusan juta rupiah, bulanan, sejak 2013 efektif sd 2017, ditanggung sepenuh2nya tanpa membebankan kepada ummat. Juga perbedaan harga barang bangunan, sebab perbedaan tahun penyelesaian hotel, tetap tidak akan jadi tanggungan kawan2 semua.

Banyak yang belom selesai, banyak yang belom kecapai. Tapi seperti yang saya yakini. Ini perjalanan sejarah. Nampaknya dah mau menampakkan hasil juga.

Perihal rencana penjualan hotel siti, saya sdh mulai usahakan, dengan melakukan appraisal oleh team independent dari Kantor Jasa Penilaian Publik.

Alhamdulillah hasilnya telah keluar. Hasil penilaian menyebutkan bahwa asset Hotel Siti adalah sebesar Rp. 93.7 miliar.

Semoga dengan adanya hasil apraisal ini, segera bisa saya dkk susun pengembalian dana ke masyarakat dlm bentuk “untung”. Bukan sekedar pengembalian.

Semua berkorban. Termasuk kita semua. Semoga pengorbanan tidak sia2.

Dalam 1-2bl ke depan, pasca izin eMoney, kami akan melakukan pengembalian dana utuh, plus nilai bagi hasil yang merupakan kerahiman. Dihitung bagi hasil 4th walo proyeknya ga berjalan sesuai harapan. Kami bangga selama ini bisa amanah, tidak meninggalkan, dan tetap mengawal kawan2 semua. Hotelnya ada. Kami jual, tanpa merugikan kawan2 semua. Dan kami akan lbh lagi berkorbannya, demi cita2 mulia. Indonesia, berjamaah. Ummat, berjamaah. Bersama2 membangun negara, ummat, dan dunia. Untuk visi misi ini, kami memandang sama sekali tidak gagal. Mengarah kepada keberhasilan sempurna. InsyaaAllah proyek2 keummatan dan kebangsaan, mewujud, dlm keadaan semua muanya baik dan benar, sejak awal.

Bismillaah walhamdulillaah.

Tunggu informasi selanjutnya dari kami. Mhn izin, kami sendiri yang membeli hotel Siti, bukan orang lain. Tunggu emoney u/ PayTren. Sehingga hotelnya bisa diwakafkan ulang ke ummat, sebagai tambahan benefit bagi para peserta patungan usaha. Udah mah kembali duitnya, terima “bagi hasil” itungan 4th, plus proyeknya, hotelnya, diwakafkan pula.

Sekali lagi, Bismillaah, Walhamdulillaah.

-Yusuf Mansur-

Progress Hotel Siti Tangerang

Bismillahirrahamanirrahiim,

Segala puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT yang Maha Sempurna, serta salam tercurahkan untuk junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW.

Setelah melalui perjalanan panjang dan berbagai “tantangan/berkah masalah” (mengutip tulisan ustadz Yusuf Mansur) alhamdulillah, tertanggal 27 April 2015 (di surat tanggal 21 April 2015), Hotel Siti dinyatakan resmi boleh beroperasi dan pada tanggal  5 – 6 Juni 2015 yang lalu telah dilaksanakan acara soft launching Hotel Siti.

Setelah izin operasional keluar, justru disinilah tantangan yang sebenarnya bagi kami. Karena dengan itu jalan sudah terbuka untuk memulai langkah yang selama ini tertunda, menjadikan Hotel SITI sebagai perwujudan dari Patungan Usaha yang dapat memberikan hasil yang diharapkan kepada seluruh investor khususnya, dan dapat memberi dampak yang positif pula kepada masyarakat disekitarnya.

Terkait hal tersebut, kami dari management Patungan Usaha (sekarang Kopindo Berjamaah) dan Hotel SIITI memohon maaf yang sebesar-besarnya karena hingga saat  ini belum dapat memberikan bagi hasil kepada para investornya. Hal ini dikarenakan masih ada kewajiban yang harus dibayarkan kepada pihak Bank atas fasilitas kredit yang digunakan untuk penyelesaian pembangunan Hotel SITI.

Kami sangat mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh investor agar kami tetap istiqomah, amanah dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam mengupayakan hasil semaksimal mungkin untuk kemajuan Hotel SITI.

Dapat kami informasikan disini, bahwa sejak dibuka sampai dengan sekarang management Hotel Siti telah mengupayakan strategi marketing untuk memenuhi occupancy Hotel, antara lain:

  1. Mengadakan Grand Opening Hotel Siti, pada bulan Agustus 2015.
  2. Membangun Image Hotel Siti sebagai Hotel Bagi Jamaah Haji & Umrah.
  3. Menjalin kerjasama dengan beberapa Travel Haji & Umrah untuk melaksanakan program menginap gratis di Hotel Siti 1 (satu) hari sebelum keberangkatan, bagi Jamaah Travel yang akan menunaikan Ibadah Umrah.
  4. Menyediakan fasilitas manasik di roof top
  5. Fasilitas Ruangan meeting telah juga mulai digunakan. Sejak beroperasi terhitung fasilitas tersebut telah digunakan beberapakali antara lain untuk kegiatan Seminar “Asmaul Husna”, “Umrah Bukan Mimpi”, “40 Hari Menjemput Jodoh”, “Belajar dari Ustad YM”, dan beberapa seminar lainnya.
  6. Mengadakan Seminar “Pelaksanaan Haji dan Umrah yang efektif” pada tanggal 7 Juli 2015. Acara disampaikan oleh narasumber dari Angkasa Pura, Otorita Bandara dan Departemen Agama. Peserta diikuti oleh 3 Asosiasi Haji dan Umrah yaitu HIMPUH, AMPURI & KESTURI. Melalui seminar ini management Hotel memperkenalkan Hotel Siti kepada segenap Travel yang tergabung dalam 3 Asosiasi besar tersebut. Adapun target yang ingin didapatkan setelah pelaksanaan acara ini adalah, travel-travel tersebut tertarik untuk melakukan manasik dan menginapkan Jamaahnya di Hotel Siti 1 hari sebelum keberangkatan sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada para Jamaahnya.
  7. Bekerjasama dengan beberapa Majelis Taqlim untuk mengadakan pengajian di Hotel Siti dengan Tema “Wisata Religi”. Dimana pengajian yang umumnya diadakan di rumah-rumah dialihkan ke Hotel Siti. Kegiatan dikhususkan pada pelaksanaan ibadah, mulai dari shalat 5 waktu berjamaah, shalat tasbih, qiyamul lail, shalat dhuha dan mendengarkan tausiah dari para asatidz Daarul Qur’an serta mengadakan kunjungan ke Pesantren PPPA Daarul Qur’an.

Dari strategi bisnis yang dijalankan oleh management Hotel SITI ini, diharapkan occupancy 130 kamar yang ada dapat terpenuhi seluruhnya. Perlahan tapi pasti dan dengan izin Allah, target management untuk dapat segera memberikan bagi hasil kepada seluruh investor dapat segera terealisir.

Untuk mengetahui perkembangan Hotel Siti lebih lanjut silakan kunjungi website Hotel Siti di www.hotel-siti.com

Demikian yang bisa kami sampaikan untuk saat ini. Atas pengertian dan doa dari saudara sekalian kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

 

Salam Berjamaah,

Alhamdulillah, Izin Hotel Siti Sudah Turun Sejak April 2015

Tidak ada proses yang sangat lama, sangat ribet, sangat komplek, dengan kesabaran dan bantuan semua pihak. Hotel Siti, tertanggal 27 April 2015 (di surat tanggal 21 April 2015), dah dinyatakan resmi boleh beroperasi. Alhamdulillah…
Saat memproses, Pak Walikota Tangerang, dengan semua instansi terkait, sangat support, dan sangat membimbing. Semua sepakat, prosesnya harus bener. Sebab menyangkut nama ustadz, hehehe. Biar ga timbul masalah baru.
Maka kemudian masalah diurai satu demi satu. Lalu diberesin, satu demi satu juga.
Pertama misalnya, Hotel Siti yang merupakan proyek akuisisi, dari pemilik lama, yang diterusin kawan-kawan Patungan Usaha punya problem kamar-kamar.
Dari hampir 300 kamar, 60 sempet terjual oleh Pemilik Lama, untuk mereka bertahan hidup. Dan akhirnya benar kolaps.
60 pemilik lama ga punya kepastian apa-apa. Hotel juga saat itu sangat berpotensi. Tapi kehabisan peluru dana.
Sampe kemudian saya masuk, dengan mengajak ummat. Ga usah pake bank dah. Dirame-ramein aja diselesaikan, dan dimiliki bareng.
Tapi baru langkah-langkah pertama, saya akhirnya mengetahui bahwa pengumpulan dana ada regulasinya. Niat baik ga cukup.
Alhamdulillaah, kawan-kawan OJK sangat membantu juga. Agar niat baik ini, bisa benar juga secara regulasi.
Walhasil, pembenahan akhirnya dari segala lini. Di depan, begitu banyak tantangan. Alhamdulillaah.
Mulai dari penyelesaian terhadap 60 pemilik kamar-kamar tersebut yang harus di buybackdulu, hingga ke penyelesaian 2 tower plus lain-lainnya.
Tidak boleh nya dulu melakukan agenda pengumpulan dana, saya dan kawan-kawan Patungan Usaha patuhi. Tapi bagaimana kemudian penyelesaian dananya? Asyik.

Kawan-kawan saya motivasi bahwa Allah ada. Dan Allah Maha Kaya. Banyak Tangan-tangan-Nya yang Allah kirim. Untuk membantu.
Pelaksanaan pendekatan hati ke hati ke 60 pemilik kamar-kamar lama, juga menyita waktu, tenaga, uang, dan lain-lain. Sementara, Patungan Usaha ditutup.
Kawan-kawan banyak melihat Kebesaran dan Keajaiban Pertolongan Allah. 60 orang itu sudahlah yang sedang sangat kecewa dengan pemilik lama. Mendadak, menjadi tantangan (baca: berkah masalah), buat kami. Sebagai pemilik baru. Dan kami menikmati. Tambah sendiri dan kawan.
Dalam ketiadaan dana untuk dan saat nego, apalagi kecuali berharap Kebesaran Allah? Alhamdulillaah, simultan 60 kamar, selesai. Tinggal sisa 3 kamar. Itu karena ga ada data sama sekali. Kemana harus negonya.
Persoalan berikut yang menghadang, adalah kenaikan harga kamar buyback. Plus ruko-ruko yang acak-acakan. Kenaikan harga kayak sekejapan mata. Atau setolehan muka. Mereka rata-rata percaya, bahwa Hotel Siti di tangan kita selesai.
Karena itu mereka minta penyelesaian harga. Ada yang naiknya hingga 2 Milyar per unit ruko. Mayan acak-acakan layoutnya.
Saya dan kawan-kawan meyakini, bahwa kami memang men-takeover segala masalahnya. Toh semuanya terukur. Kalo ga, mana punya hotel?
2 tower itu juga harus diselesaikan beban hutang kontruksi, dan lain-lain. Ilmu negoisasi, dibalut doa, megang peranan penting.
Hotel sendiri, harus dipotong. Ga bisa 12 lantai. Harus 10 lantai. Maka berarti motong 4 lantai. Subhaanallaah… Ga mungkin. Harus cari cara.
Dari satu masalah ke masalah lain, juga perlu waktu. Sebab harus hati-hati. Saya selalu dibesarkan kawan-kawan Patungan Usaha yang selalu bersabar. Bahwa mereka mau menunggu.
Saat saya tawarkan, gimana kalo dijual aja? Ke relasinya operator Hotel Siti sendiri. Yaitu Horison? Atau gmn?
Saya dan kawan-kawan ngumpulin perwakilan peserta Patungan Usaha. Saya unjukin 2 ruko. Yang kalo ga dibayarkan, ga akan punya parkir, dan lobi yang bagus.
Pilihan menjual, sebab ga tahan dengan problem demi problem, begitu menghantui. Hanya, ga boleh nyerah. Ada Allah.
Alih-alih saat itu, satu tahun yang lalu, pada rapat, agenda ketemuan dengan kawan-kawan perwakilan peserta, jadi agenda doa bareng. Indah.
Akhirnya dapet solusi.

Peralihan Patungan Usaha Menjadi Koperasi

Pada bulan juli 2013 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selaku badan pemerintah yang mengawasi kegiatan keuangan, mengundang ust. Yusuf Mansur untuk melegalkan patungan usaha sehingga kegiatan pengumpulan dana hotel Siti dapat di lanjutkan sesuai dengan ketentuan pemerintah dan perundang-undangan.

Hal ini berdampak terhadap pembangunan Hotel Siti yang bergantung kepada pengumpulan dana Patungan usaha dan aset menjadi tidak sesuai dengan asumsi jadwal yang di tetapkan sebelumnya.

Berkenaan dengan hal tersebut kami atas nama Manajemen Patungan Usaha dan Aset memohon maaf atas keterlambatan pembangunan hotel Siti yang juga berdampak pada pembagian hasil usaha terhadap peserta Patungan Usaha Dan Aset yang seharusnya terealisasi pada bulan desember 2013.

Dengan demikian kami menginformasikan langkah – langkah yang telah di lakukan yaitu :

  1. Membentuk Badan Hukum Koperasi bernama Koperasi Merah Putih, yang mempunyai usaha di bidang Jasa dan Simpan Pinjam sesuai dengan ketentuan UU No. 17 Tahun 2013.
  2. Mengalihkan semua peserta patungan Usaha dan Aset masuk kedalam keanggotaan koperasi Merah Putih sehingga tidak bertentangan dengan ketentuan pemerintah dalam penghimpunan dana Masyarakat.
  3. Pembangunan atas hotel tetap berjalan dan diusahakan untuk beroperasi secepatnya.
  4. Bagi hasil akan diberikan setelah hotel beroperasi. STATUS ANGGOTA PU DAN PA Untuk mendapatkan pengakuan dan legalitas secara formal, Peserta Patungan usaha dan patungan Aset di masukkan dalam penyertaan modal koperasi.

Tentang Pengalihan Investasi Moya Vidi Ke Hotel Siti Tangerang

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dalam rangka pengalihan Investasi Condotel Moya Vidi di Jogjakarta ke Hotel SITI di Tangerang (Hotel Haji dan Umrah) yang digagas oleh Ustadz Yusuf Mansur melalui gerakan Patungan Usahanya, perkenankan kami dari Koperasi Indonesia Berjamaah (KIB) untuk menghaturkan ucapan terima kasih kepada Bapak/Ibu Mitra Paytren yang telah bersedia untuk menyampaikan data-data keikutsertaan Investasi Condotel Moya Vidi ke Koperasi Indonesia Berjamaah (KIB), untuk itu Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan, kesehatan, rahmat serta Hidayah-Nya untuk Bapak/Ibu Mitra Paytren.

Selanjutnya kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu mitra Paytren yang belum terinformasi dan tersosialisasikan perihal tersebut diatas, untuk itu pada kesempatan ini kami sampaikan beberapa hal dengan penjelasan sbb :

  1. Transaksi Investasi Mitra Paytren, dalam hal ini diwakili oleh VSI dengan PT. Grha Suryamas Vinandito dalam pembelian Condotel Moya Vidi di Jogjakarta telah dibatalkan.
  2. Sebagai pengganti Investasi Mitra Paytren di Moya Vidi, maka seluruh dana Investasi yang  telah disetor, dialihkan ke Hotel SITI (Hotel Umah dan Haji) di Kota Tangerang.
  3. Alasan pengalihan Investasi tersebut, dikarenakan proyek pembangunan Condotel Moya Vidi  tidak dapat berjalan sesuai yang diharapkan, serta tidak adanya kesepakan diantara kedua belah pihak.
  4. Demi keamanan dan kenyamanan Investor, maka dana investasi yang telah disetor melalui leader atau Bintang Promosindo untuk pembelian Condotel Moya Vidi, dialihkan investasinya ke Hotel SITI, hal ini dengan alasan bahwa secara fisik Hotel SITI sudah ada dibanding dengan Condotel Moya Vidi.
  5. Progres pengerjaan fisik Hotel SITI saat ini telah menyelesaikan sebanyak 75 kamar, Insya Allah dibulan April 2015 untuk 284 kamar dapat terselesaikan.
  6. Hotel SITI berlokasi di Jl. Muhamad Toha KM. 2.1 Kota Tangerang dekat dengan Bandara Soekarno Hatta, dengan bangunan 12 (duabelas) lantai dengan jumlah 284 kamar.
  7. Untuk sebagai update informasi tentang Hotel SITI, Bapak/Ibu dapat mengakses website kami melalui www.patungansaha.com.
  8. Koperasi Indonesia Berjamaah (KIB) Sesuai SK Menteri Kemen Kop No.  1121/BH/M.KUKM:/IX/2013 Tanggal 17 September 2013, telah ditunjuk sebagai penanggung jawab dan pengelola administrasi Investasi Bapak/Ibu di Hotel SITI.
  9. Untuk itu kami dari KMP, meminta kepada Bapak/Ibu dapat menyampaikan informasi data diri, FC KTP, FC bukti setor ke Leader atau ke Bintang Promosindo, FC Sertifikat Moya Vidi bagi yang sudah mendapatkan. Data dimaksud dapat dikirim by email kekoperasidaqu@gmail.com sebagai kepentingan dalam mengupdate data Investor di Koperasi Indonesia Berjamaah (KIB).
  10. Hotel SITI saat sedang menunggu Izin operasil Hotel dari pemerintah Kotamadya Tangerang.

 

Untuk kelancaran itu semua, kami dari Koperasi Indonesia Berjamaah (KIB) mohon doa dan dukungan kepada para investor, agar Hotel ini dapat segera dioperasikan, sehingga bisa segera memberikan manfaat serta bagi hasil sesuai dengan yang diharapkan para investornya. Untuk informasi lebih lanjut Bapak/Ibu dapat menghubungi kami di 021-73451933 dan email koperasidaqu@gmail.com atau SMS ke 0896-76140777
Demikian, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Peralihan Patungan Usaha Menjadi Koperasi

Pada bulan juli 2013 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selaku badan pemerintah yang mengawasi kegiatan keuangan, mengundang ust. Yusuf Mansur untuk melegalkan patungan usaha sehingga kegiatan pengumpulan dana hotel Siti dapat di lanjutkan sesuai dengan ketentuan pemerintah dan perundang-undangan.

Hal ini berdampak terhadap pembangunan Hotel Siti yang bergantung kepada pengumpulan dana Patungan usaha dan aset menjadi tidak sesuai dengan asumsi jadwal yang di tetapkan sebelumnya.

Berkenaan dengan hal tersebut kami atas nama Manajemen Patungan Usaha dan Aset memohon maaf atas keterlambatan pembangunan hotel Siti yang juga berdampak pada pembagian hasil usaha terhadap peserta Patungan Usaha Dan Aset yang seharusnya terealisasi pada bulan desember 2013.

Dengan demikian kami menginformasikan langkah – langkah yang telah di lakukan yaitu :

  1. Membentuk Badan Hukum Koperasi bernama Koperasi Merah Putih, yang mempunyai usaha di bidang Jasa dan Simpan Pinjam sesuai dengan ketentuan UU No. 17 Tahun 2013.
  2. Mengalihkan semua peserta patungan Usaha dan Aset masuk kedalam keanggotaan koperasi Merah Putih sehingga tidak bertentangan dengan ketentuan pemerintah dalam penghimpunan dana Masyarakat.
  3. Pembangunan atas hotel tetap berjalan dan diusahakan untuk beroperasi secepatnya.
  4. Bagi hasil akan diberikan setelah hotel beroperasi. STATUS ANGGOTA PU DAN PA Untuk mendapatkan pengakuan dan legalitas secara formal, Peserta Patungan usaha dan patungan Aset di masukkan dalam penyertaan modal koperasi.