Progress Hotel Siti Tangerang

Bismillahirrahamanirrahiim,

Segala puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT yang Maha Sempurna, serta salam tercurahkan untuk junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW.

Setelah melalui perjalanan panjang dan berbagai “tantangan/berkah masalah” (mengutip tulisan ustadz Yusuf Mansur) alhamdulillah, tertanggal 27 April 2015 (di surat tanggal 21 April 2015), Hotel Siti dinyatakan resmi boleh beroperasi dan pada tanggal  5 – 6 Juni 2015 yang lalu telah dilaksanakan acara soft launching Hotel Siti.

Setelah izin operasional keluar, justru disinilah tantangan yang sebenarnya bagi kami. Karena dengan itu jalan sudah terbuka untuk memulai langkah yang selama ini tertunda, menjadikan Hotel SITI sebagai perwujudan dari Patungan Usaha yang dapat memberikan hasil yang diharapkan kepada seluruh investor khususnya, dan dapat memberi dampak yang positif pula kepada masyarakat disekitarnya.

Terkait hal tersebut, kami dari management Patungan Usaha (sekarang Kopindo Berjamaah) dan Hotel SIITI memohon maaf yang sebesar-besarnya karena hingga saat  ini belum dapat memberikan bagi hasil kepada para investornya. Hal ini dikarenakan masih ada kewajiban yang harus dibayarkan kepada pihak Bank atas fasilitas kredit yang digunakan untuk penyelesaian pembangunan Hotel SITI.

Kami sangat mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh investor agar kami tetap istiqomah, amanah dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam mengupayakan hasil semaksimal mungkin untuk kemajuan Hotel SITI.

Dapat kami informasikan disini, bahwa sejak dibuka sampai dengan sekarang management Hotel Siti telah mengupayakan strategi marketing untuk memenuhi occupancy Hotel, antara lain:

  1. Mengadakan Grand Opening Hotel Siti, pada bulan Agustus 2015.
  2. Membangun Image Hotel Siti sebagai Hotel Bagi Jamaah Haji & Umrah.
  3. Menjalin kerjasama dengan beberapa Travel Haji & Umrah untuk melaksanakan program menginap gratis di Hotel Siti 1 (satu) hari sebelum keberangkatan, bagi Jamaah Travel yang akan menunaikan Ibadah Umrah.
  4. Menyediakan fasilitas manasik di roof top
  5. Fasilitas Ruangan meeting telah juga mulai digunakan. Sejak beroperasi terhitung fasilitas tersebut telah digunakan beberapakali antara lain untuk kegiatan Seminar “Asmaul Husna”, “Umrah Bukan Mimpi”, “40 Hari Menjemput Jodoh”, “Belajar dari Ustad YM”, dan beberapa seminar lainnya.
  6. Mengadakan Seminar “Pelaksanaan Haji dan Umrah yang efektif” pada tanggal 7 Juli 2015. Acara disampaikan oleh narasumber dari Angkasa Pura, Otorita Bandara dan Departemen Agama. Peserta diikuti oleh 3 Asosiasi Haji dan Umrah yaitu HIMPUH, AMPURI & KESTURI. Melalui seminar ini management Hotel memperkenalkan Hotel Siti kepada segenap Travel yang tergabung dalam 3 Asosiasi besar tersebut. Adapun target yang ingin didapatkan setelah pelaksanaan acara ini adalah, travel-travel tersebut tertarik untuk melakukan manasik dan menginapkan Jamaahnya di Hotel Siti 1 hari sebelum keberangkatan sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada para Jamaahnya.
  7. Bekerjasama dengan beberapa Majelis Taqlim untuk mengadakan pengajian di Hotel Siti dengan Tema “Wisata Religi”. Dimana pengajian yang umumnya diadakan di rumah-rumah dialihkan ke Hotel Siti. Kegiatan dikhususkan pada pelaksanaan ibadah, mulai dari shalat 5 waktu berjamaah, shalat tasbih, qiyamul lail, shalat dhuha dan mendengarkan tausiah dari para asatidz Daarul Qur’an serta mengadakan kunjungan ke Pesantren PPPA Daarul Qur’an.

Dari strategi bisnis yang dijalankan oleh management Hotel SITI ini, diharapkan occupancy 130 kamar yang ada dapat terpenuhi seluruhnya. Perlahan tapi pasti dan dengan izin Allah, target management untuk dapat segera memberikan bagi hasil kepada seluruh investor dapat segera terealisir.

Untuk mengetahui perkembangan Hotel Siti lebih lanjut silakan kunjungi website Hotel Siti di www.hotel-siti.com

Demikian yang bisa kami sampaikan untuk saat ini. Atas pengertian dan doa dari saudara sekalian kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

 

Salam Berjamaah,

Hotel Siti Tangerang

siti-2

Siti Hotel merupakan bagian dari Siti Properti dan Hotel Syariah pertama yang berlokasi di Kota Tangerang. Lokasinya yang berdekatan dengan Bandara Soekarno-Hatta dan pusat bisnis kota Tangerang sangat menguntungkan untuk keperluan layanan ibadah umroh, haji, bisnis dan wisata lainnya.

Siti Hotel By Horison memiliki 134 kamar yang terbagi menjadi 3 tipe, diantaranya adalah Superior, Deluxe, & Junior Suite. Selain itu, Siti Hotel juga dilengkapi oleh 5 function-room yang dapat digunakan untuk acara seperti manasik, pengajian, meeting, seminar, ulangtahun, dll.

Sebagai hotel berbintang 3, Kami berharap layanan serta fasilitas yang kami sediakan dapat memberikan kenyamanan serta memudahkan mobilitas dari para tamu yang berkunjung.

Transportasi (ke):

Bandara Soetta = 15 menit
Stasiun KA = 10 menit
Masjid Al-Azoom = 10 menit
Terminal Bus Poris = 15 Menit
Pesantren Darul Qur’an = 25 Menit

Hotel Siti terletak di Lokasi :
Jl. Moh Toha KM 2,1 Pasar Baru
Kawasan Industri Panarub Kota Tangerang
Provinsi Banten.

Alhamdulillah, Izin Hotel Siti Sudah Turun Sejak April 2015

Tidak ada proses yang sangat lama, sangat ribet, sangat komplek, dengan kesabaran dan bantuan semua pihak. Hotel Siti, tertanggal 27 April 2015 (di surat tanggal 21 April 2015), dah dinyatakan resmi boleh beroperasi. Alhamdulillah…
Saat memproses, Pak Walikota Tangerang, dengan semua instansi terkait, sangat support, dan sangat membimbing. Semua sepakat, prosesnya harus bener. Sebab menyangkut nama ustadz, hehehe. Biar ga timbul masalah baru.
Maka kemudian masalah diurai satu demi satu. Lalu diberesin, satu demi satu juga.
Pertama misalnya, Hotel Siti yang merupakan proyek akuisisi, dari pemilik lama, yang diterusin kawan-kawan Patungan Usaha punya problem kamar-kamar.
Dari hampir 300 kamar, 60 sempet terjual oleh Pemilik Lama, untuk mereka bertahan hidup. Dan akhirnya benar kolaps.
60 pemilik lama ga punya kepastian apa-apa. Hotel juga saat itu sangat berpotensi. Tapi kehabisan peluru dana.
Sampe kemudian saya masuk, dengan mengajak ummat. Ga usah pake bank dah. Dirame-ramein aja diselesaikan, dan dimiliki bareng.
Tapi baru langkah-langkah pertama, saya akhirnya mengetahui bahwa pengumpulan dana ada regulasinya. Niat baik ga cukup.
Alhamdulillaah, kawan-kawan OJK sangat membantu juga. Agar niat baik ini, bisa benar juga secara regulasi.
Walhasil, pembenahan akhirnya dari segala lini. Di depan, begitu banyak tantangan. Alhamdulillaah.
Mulai dari penyelesaian terhadap 60 pemilik kamar-kamar tersebut yang harus di buybackdulu, hingga ke penyelesaian 2 tower plus lain-lainnya.
Tidak boleh nya dulu melakukan agenda pengumpulan dana, saya dan kawan-kawan Patungan Usaha patuhi. Tapi bagaimana kemudian penyelesaian dananya? Asyik.

Kawan-kawan saya motivasi bahwa Allah ada. Dan Allah Maha Kaya. Banyak Tangan-tangan-Nya yang Allah kirim. Untuk membantu.
Pelaksanaan pendekatan hati ke hati ke 60 pemilik kamar-kamar lama, juga menyita waktu, tenaga, uang, dan lain-lain. Sementara, Patungan Usaha ditutup.
Kawan-kawan banyak melihat Kebesaran dan Keajaiban Pertolongan Allah. 60 orang itu sudahlah yang sedang sangat kecewa dengan pemilik lama. Mendadak, menjadi tantangan (baca: berkah masalah), buat kami. Sebagai pemilik baru. Dan kami menikmati. Tambah sendiri dan kawan.
Dalam ketiadaan dana untuk dan saat nego, apalagi kecuali berharap Kebesaran Allah? Alhamdulillaah, simultan 60 kamar, selesai. Tinggal sisa 3 kamar. Itu karena ga ada data sama sekali. Kemana harus negonya.
Persoalan berikut yang menghadang, adalah kenaikan harga kamar buyback. Plus ruko-ruko yang acak-acakan. Kenaikan harga kayak sekejapan mata. Atau setolehan muka. Mereka rata-rata percaya, bahwa Hotel Siti di tangan kita selesai.
Karena itu mereka minta penyelesaian harga. Ada yang naiknya hingga 2 Milyar per unit ruko. Mayan acak-acakan layoutnya.
Saya dan kawan-kawan meyakini, bahwa kami memang men-takeover segala masalahnya. Toh semuanya terukur. Kalo ga, mana punya hotel?
2 tower itu juga harus diselesaikan beban hutang kontruksi, dan lain-lain. Ilmu negoisasi, dibalut doa, megang peranan penting.
Hotel sendiri, harus dipotong. Ga bisa 12 lantai. Harus 10 lantai. Maka berarti motong 4 lantai. Subhaanallaah… Ga mungkin. Harus cari cara.
Dari satu masalah ke masalah lain, juga perlu waktu. Sebab harus hati-hati. Saya selalu dibesarkan kawan-kawan Patungan Usaha yang selalu bersabar. Bahwa mereka mau menunggu.
Saat saya tawarkan, gimana kalo dijual aja? Ke relasinya operator Hotel Siti sendiri. Yaitu Horison? Atau gmn?
Saya dan kawan-kawan ngumpulin perwakilan peserta Patungan Usaha. Saya unjukin 2 ruko. Yang kalo ga dibayarkan, ga akan punya parkir, dan lobi yang bagus.
Pilihan menjual, sebab ga tahan dengan problem demi problem, begitu menghantui. Hanya, ga boleh nyerah. Ada Allah.
Alih-alih saat itu, satu tahun yang lalu, pada rapat, agenda ketemuan dengan kawan-kawan perwakilan peserta, jadi agenda doa bareng. Indah.
Akhirnya dapet solusi.

Peralihan Patungan Usaha Menjadi Koperasi

Pada bulan juli 2013 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selaku badan pemerintah yang mengawasi kegiatan keuangan, mengundang ust. Yusuf Mansur untuk melegalkan patungan usaha sehingga kegiatan pengumpulan dana hotel Siti dapat di lanjutkan sesuai dengan ketentuan pemerintah dan perundang-undangan.

Hal ini berdampak terhadap pembangunan Hotel Siti yang bergantung kepada pengumpulan dana Patungan usaha dan aset menjadi tidak sesuai dengan asumsi jadwal yang di tetapkan sebelumnya.

Berkenaan dengan hal tersebut kami atas nama Manajemen Patungan Usaha dan Aset memohon maaf atas keterlambatan pembangunan hotel Siti yang juga berdampak pada pembagian hasil usaha terhadap peserta Patungan Usaha Dan Aset yang seharusnya terealisasi pada bulan desember 2013.

Dengan demikian kami menginformasikan langkah – langkah yang telah di lakukan yaitu :

  1. Membentuk Badan Hukum Koperasi bernama Koperasi Merah Putih, yang mempunyai usaha di bidang Jasa dan Simpan Pinjam sesuai dengan ketentuan UU No. 17 Tahun 2013.
  2. Mengalihkan semua peserta patungan Usaha dan Aset masuk kedalam keanggotaan koperasi Merah Putih sehingga tidak bertentangan dengan ketentuan pemerintah dalam penghimpunan dana Masyarakat.
  3. Pembangunan atas hotel tetap berjalan dan diusahakan untuk beroperasi secepatnya.
  4. Bagi hasil akan diberikan setelah hotel beroperasi. STATUS ANGGOTA PU DAN PA Untuk mendapatkan pengakuan dan legalitas secara formal, Peserta Patungan usaha dan patungan Aset di masukkan dalam penyertaan modal koperasi.